Apa Yang Harus Dilakukan Marine Cargo Survey Indonesia? Surveyor kargo idealnya berasal dari Deck Officer atau pelaut yang diberikan pengetahuan tambahan untuk mendukung pekerjaan surveynya, seperti Kimia, teknik, elektronik, hukum, asuransi, dan lain-lain. Pengalaman di bidang industri dan bisnis menjadi latar belakang penting bagi surveyor kargo ini ketika mereka berkecimpung dalam bisnis pelayaran karena muatan di kapal bervariasi, sehingga pengetahuan surveyor ini sangat penting agar muatan tidak rusak saat berlayar di laut. Hal ini juga berkaitan dengan asuransi kargo yang akan diangkut.

Tidak jarang para surveyor kargo dari suatu perusahaan tertentu bekerja untuk dan di bawah kepentingan satu pihak, misalnya Pemilik Kargo, Pengangkut (perusahaan pengangkut atau pelayaran), Perusahaan Bongkar Muat, Perusahaan Asuransi Laut, Penyewa, dan lain-lain. Saat ini, Surveyor Kargo Independen yang bekerja secara profesional atas nama pihak-pihak yang berkepentingan lebih banyak digunakan.

Apa Yang Harus Dilakukan Marine Cargo Survey Indonesia?

Marine Cargo Survey Indonesia sebagai cargo surveyor, memiliki beberapa tugas pokok yang harus dilaksanakan, sebagai berikut:

Baca Yuk :  Marine Cargo Surveying Indonesia

1. SURVEI RUANG KARGO

Ruang kargo dapat berupa ruang tunggu, tangki, peti kemas, ruang kargo curah, dan lain-lain. Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan survei apakah ruang muat sudah siap untuk dimuat. Dalam hal ini, ada beberapa hal yang harus diperiksa, yaitu:

  • Kebersihan palka, tangki, wadah, atau lainnya
  • Fumigasi ruangan agar bebas dari CRAWLING, INSECT, FLYING INSECT, Deratting Certificate, dan lain-lain
  • Kumparan pemanas untuk kargo yang akan dipanaskan dan ruang reefer untuk kargo yang akan didinginkan
  • Beban cambuk
  • BILGES WELLS dan ROSE BOXES di ruang kargo
  • Pipa udara dan perlengkapannya

2. BEBAN SURVEI

Survey dilakukan pada saat bongkar muat, termasuk kondisi muatan. Kondisi beban yang harus disurvei adalah:

  • Rusak, basah, bocor, sobek, retak, penyok
  • Saling lengket, hancur karena salah penataan/pemadatan
  • Kurangnya perawatan sehingga timbul keringat kapal dan keringat muatan
  • Salah dalam menggunakan alat bongkar muat, misalnya Sling
  • Pemisahan DELICATE CARGO dengan ODORUS CARGO
  • Pemisahan dan biaya Dunnahe
  • Memisahkan kargo dingin menurut jenisnya dan barang berbahaya menurut kelasnya.
Baca Yuk :  Prospek Kerja Jurusan Teknik Perkapalan

3. LAPORAN KERUSAKAN KARGO

Ini adalah laporan kargo dimana ada kemungkinan dikembalikan ke darat jika kerusakan membahayakan orang, kapal, dan kargo lainnya. Titik-titik yang disurvei adalah:

  • Selama bongkar muat, kerusakan pada beban dapat terjadi karena PENANGANAN YANG KASAR oleh pekerja dan orang lain
  • Di laut dapat terjadi kerusakan kargo karena cuaca buruk, sehingga kapal mengalami ROLLING PITCHING / YAWING, dan kargo bergerak
  • Kebocoran pada tangki atau penutup palka dapat merusak kargo.

4. LAPORAN SURVEI

Laporan survey harus dibuat secara akurat dan cepat agar dapat dipercaya oleh pihak terkait dalam setiap bisnis yang menggunakan jasa survey kelautan di dalamnya.

Karena dalam jasa survei laut untuk pengawasan pemuatan, hasil laporan survei jumlah kargo dan kualitas kargo yang disurvei oleh Marine Cargo Survey Indonesia menjadi patokan angka B/L (Bill of Lading) sehingga berdasarkan angka laporan surveyor, penjual menagih faktur kepada pembeli.

Baca Yuk :  Tugas Marine Cargo Survey Indonesia

Kehadiran Marine Cargo Surveyor Indonesia sebagai mitra bisnis dalam menjalankan perekonomian secara tidak langsung berperan dalam memajukan perekonomian Indonesia.

Marine Cargo Survey Indonesia merupakan pihak ketiga dalam transaksi bisnis, sebagai pihak independen yang dipercaya baik oleh penjual maupun pembeli untuk melaporkan hasil laporan survey muatan dan kapal dengan baik dan benar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Apa Yang Harus Dilakukan Marine Cargo Survey Indonesia?

Jika Anda membutuhkan jasa Marine Cargo Survey Indonesia, Anda bisa mempertimbangkan PT. KONSULINDO ERA SEJATI.